Internet
of Things (IoT)
Definisi Internet of Things (IoT) bervariasi
berdasarkan bagaimana sudut pandang dari seseorang yang melihat konsep IoT,
dimana IoT dapat dikatakan sebagai jaringan global yang dinamis dengan sistem
konfigurasi dan komunikasi yang berjalan secara otomatis. Secara singkat, IoT
dapat diartikan sebagai konsep dalam menggabungkan berbagai komponen seperti
mesin, perangkat, mobil, telepon, dan lainnya menggunakan koneksi internet
dengan sistem pintar dan bersifat otomatis. [Hassan & Ali. Internet of Things (IoT): Definitions,
Challenges, and Recent Research Directions. 2015]
Lingkungan
IoT terbentuk dari berbagai macam objek yang diklasifikasikan ke dalam 2 tipe,
yaitu objek yang memiliki penggunaan energi baterai berkelanjutan dan objek
yang tidak memiliki penggunaan energi baterai yang berkelanjutan. [Hassan &
Ali. Internet of Things (IoT):
Definitions, Challenges, and Recent Research Directions. 2015]
Umumnya,
arsitektur IoT terbentuk berdasarkan 3 dimensi utama, yaitu information items (benda sensor, benda
pengidentifikasi, dan benda pengontrol), independent
network (bersifat self-configuration,
self protection, self-adaption, dan self-optimization)
dan intelligent applications
(bersifat pintar dalam pengontrolan, penggunaan dan pengolahan data). [Hassan
& Ali. Internet of Things (IoT):
Definitions, Challenges, and Recent Research Directions. 2015]
Konsep IoT
dapat memunculkan berbagai kombinasi komponen fisik dan digital dalam membentuk
suatu produk yang baru dan bermanfaat dibandingkan dengan produk yang sejenis.
Hal tersebut dapat tercapai dikarenakan adanya efisiensi pengaturan energi,
komunikasi langsung, memori yang dapat digunakan secara baik dan teknologi
mikroprosesor yang terbaru. Dengan begitu, hal seperti metode pembuatan produk
industri dapat digitalisasikan. Hal tersebut membuka kemungkinan bahwa masih
terdapat banyak kesempatan dalam mengimplementasikan sistem IoT kedalam sistem
lainnya. [Wortmann. Internet of Things.
2015]

No comments:
Post a Comment